Kamis, 24 Desember 2009 - 11:39:37 WIB
Apakah Tubuh Anda Intoleransi Laktosa?
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: Kesehatan
- Dibaca: 230 kali
Apa itu intoleransi laktosa? Intoleransi laktosa ada;ah suatu kondisi dimana tubuh tidak mampu mencerna laktosa (gula susu). Kondisi ini disebabkan karena tidak adanya enzim laktase (yang diproduksi oleh sel-sel usus halus). Enzim ini bertugas menguraikan latase menjadi gugus yang lebih sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa, untuk kemudian diabsorpsi dan masuk ke dalam darah.
Intoleransi laktosa lebih banyak dijumpai pada ras Asia. Itu sebabnya mengapa banyak anak-anak dari ras Asia yang menolak minum susu. Ada dua faktor yang menyebabkan defisiensi laktase - primer dan sekunder. Defisiensi laktase primer berlangsung sepanjang waktu. Sesudah usia 2 tahun, tubuh mulai memproduksi sedikit laktase, kendati kebanyakan anak tidak mengalami gejala sampai usia yang cukup besar.
Di lain pihak, defisiensi laktase sekunder terjadi bilamana ada gangguan pada usus halus atau penyakit saluran pencernaan tertentu (seperti penyakit seliak, inflammatory bowel disease, dan penyakit Crohn) yang mengakibatkan berkurangnya produksi enzim laktase.
Jika Anda atau keluarga Anda ada yang intoleransi laktosa yang perlu diperhatikan adalah:
- Bayi dan anak kecil yang mengalami defisiensi laktase tidak dianjurkan untuk mengonsumsi susu formula atau makanan yang mengandung laktosa hingga mereka berusia lebih besar dan tubuhnya sudah mampu mencerna laktosa.
- Hindari konsumsi susu atau produknya. Bila tidak memungkinkan, konsumsilah dalam jumlah sedikit. Umunya individu dapat menolerir laktosa dengan cara mengonsumsinya dalam jumlah sedikit. Hampir semua individu tidak perlu menghindari sama sekali produk yang mengandung laktosa karena ketahanan masing-masing tubuh individu terhadap laktosa berbeda. Beberapa orang tertentu mungkin tahan mengonsumsi es krim dan keju, tetapi tidak terhadap produk susu lainnya. Tingkat pengendalian diet yang diperlukan untuk mengatasi intoleransi laktosa dipengaruhi oleh seberapa banyak laktosa yang masih dapat ditolerir tubuh.
- Tingkatkan toleransi tubuh terhadap laktosa dengan jalan muali mengonsumsi susu atau produknya dalam jumlah sedikit lalu meningkatkannya secara bertahap dalam waktu beberapa bulan atau tahun.
- Saat ini di pasaran cukup banyak tersedia susu dan produknya yang rendah laktosa. Susu tersebut mengandung semua komponen seperti pada produk susu biasa.
- Beberapa produk non susu, seperti krimer (untuk kopi) dan wipped toppings, sebenarnya mengandung zat-zat yang berasal dari susu sapi sehingga mengandung laktosa. Oleh karena itu, produk tersebut sebaiknya dihindari. contoh produk makanan lainnya yang mungkin mengandung laktosa (walaupun dalam jumlah sangat sedikit): roti, sereal, saus salad (salad dressing), permen, pancake, biskuit, dan bubuk suplemen pengganti makanan lainnya.
- Karena absorpsi kalsium umumnya akan berkurang jarena individu dengan intoleransi laktosa harus menghindari susu dan produknya (yang justru banyak mengandung kalsium), maka asupan mineral ini sebaiknya diperoleh dari sumber lain, seperti ikan salmon/sardin kalengan (yang dapat dikonsumsi bersama durinya), brokoli, tahu, dan kerang-kerangan
Pilihan Terapi:
Enteral/Produk Nutrisi
- Tidak semua produk ini mengandung laktosa. Beberapa diantaranya telah diformulasikan khusus sehingga menjadi bebas laktosa guna memenuhi kebutuhan nutrisi pada pasien yang mengalami intoleransi laktosa.
- Produk ini mengandung pengganti laktosa, seperti susu kedelai, guna memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh individu dengan intoleransi laktosa.
Produk Nutrisi Bayi
- Beberapa produk susu formula bayi atau lanjutan telah diformulasikan khusu sehingga dapat diberikan pada bayi dan anak yang mengalami intoleransi laktosa.
- Normalnya, preparat ini mengandung pengganti laktosa, misalnya dalam bentuk susu kedelai, guna memberikan nutrisi seperti yang diberikan oleh susu formula biasa (dari susu sapi) tanpa memicu timbulnya gejala intoleransi laktosa.
Suplemen
Produk: -
1 Komentar :
ike ahyani20 April 2010 - 11:23:34 WIBtanda spesifik apa yg bisa diketahui untuk penyakit hepatitis?
Isi Komentar :